<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahzani's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ahzani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahzani.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Nov 2011 02:27:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahzani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ec870748c05fdf868f01dd56ca5cf7d0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ahzani's Weblog</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahzani.wordpress.com/osd.xml" title="Ahzani&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahzani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>kisah ob manjadi vice president disebuah pebankan&#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/09/kisah-ob-manjadi-vice-president-disebuah-pebankan/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/09/kisah-ob-manjadi-vice-president-disebuah-pebankan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 02:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/2011/11/09/kisah-ob-manjadi-vice-president-disebuah-pebankan/</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa bertemu dengan seorang yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin, seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA. Tepatnya 10 Juni 2010, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=128&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa bertemu dengan seorang yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin, seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA.</p>
<p>Tepatnya 10 Juni 2010, saya berkesempatan bertemu pak Houtman. Kala itu saya sedang mengikuti training leadership yang diadakan oleh kantor saya, Bank Syariah Mandiri di Hotel Treva International, Jakarta. Selama satu minggu saya memperoleh pelatihan yang luar biasa mencerahkan, salah satu nya saya peroleh dari Pak Houtman. Berikut kisah inspirasinya:</p>
<p>Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.</p>
<p>Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad diazamkan dalam hatinya.</p>
<p>Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.</p>
<p>Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.</p>
<p>Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.</p>
<p>Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.</p>
<p>Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.</p>
<p>Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras. Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.</p>
<p>Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.</p>
<p>Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff, bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten. Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.</p>
<p>Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.</p>
<p>19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.</p>
<p>Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang .</p>
<p>(Kisah Nyata Houtman Zainal Arifin, disampaikan dalam training Leadership bank Syariah Mandiri)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=128&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/09/kisah-ob-manjadi-vice-president-disebuah-pebankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keutamaan shalat witir</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-witir/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-witir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 05:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[اَلْوِتْرَ(Al-witir) secara bahasa bermaksud jumlah yang ganjil seperti sekali, tiga kali, lima kali dan seterusnya. Ianya seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: وَهُوَ وَتْرٌ يُحِبُّ الْوَتْرَ Maksudnya: Dan Dia (yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala) itu ganjil (Tunggal atau Maha Esa)  dan mencintai yang ganjil. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Da’waat, no: 6410. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=119&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>اَلْوِتْرَ(<em>Al-witir</em>) secara bahasa bermaksud jumlah yang ganjil seperti sekali, tiga kali, lima kali dan seterusnya. Ianya seperti sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p dir="rtl">وَهُوَ وَتْرٌ يُحِبُّ الْوَتْرَ</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Dan Dia (yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala) itu ganjil (Tunggal atau Maha Esa)  dan mencintai yang ganjil.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahihnya, Kitab al-Da’waat,</em> no: 6410.</p>
<p><em>Al-Witir</em> secara syarak bermaksud solat sunat yang dikerjakan di antara solat Isyak hingga munculnya fajar yakni masuknya waktu subuh dan ianya menjadi penutup bagi solat malam. Ianya digelarkan sebagai <em>al-Witir</em> kerana jumlah rakaatnya adalah ganjil seperti 1 rakaat, 3 rakaat, 7 rakaat, 9 rakaat dan seterusnya. Solat <em>Witir</em> ini tidak boleh dikerjakan dalam jumlah rakaat yang genap.</p>
<p>v  <strong>DALIL DISYARIATKAN</strong></p>
<p>Solat <em>Witir</em> merupakan solat yang diutamakan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> sehinggakan baginda tidak pernah meninggalkan perlaksanaannya walaupun ketika bermusafir. Dalil-dalil yang menunjukkan sabitnya anjuran untuk mengerjakan solat <em>Witir</em> ini begitu banyak. Di antaranya adalah riwayat daripada ‘Abdullah bin ‘Umar bahawa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl">اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Jadikanlah solat witir sebagai solat terakhir kalian pada malam hari.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya<em>, Kitab al-Witr,</em> no: 998.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> juga menekankan perlaksanaan solat Witir ini sebagaimana pesanannya kepada Abu Darda’<em>radhiallahu’ anh</em> yang berkata:</p>
<p dir="rtl">أَوْصَانِي حَبِيبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ لَنْ أَدَعَهُنَّ مَا عِشْتُ</p>
<p dir="rtl">بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلاَةِ الضُّحَى وَبِأَنْ لاَ أَنَامَ حَتَّى أُوتِرَ.</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Kekasihku shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan sehingga akhir hayatku; berpuasa tiga hari setiap bulan (hijrah), mengerjakan  solat Dhuha dan tidak tidur sebelum  mengerjakan solat witir. </em></strong>– Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahihnya, Kitab</em> <em>Sholaatul Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 722.</p>
<p>Berkenaan hukum melaksanakan solat <em>Witir</em> ini jumhur ulamak daripada para sahabat, <em>tabi’in</em> dan generasi setelah <em>tabi’in</em> berpendapat ianya adalah sunat <em>mu’akkadah</em>. Sebagaimana yang kita sedia maklum ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> mengutus Mu’adz ke Yaman, baginda bersabda:</p>
<p dir="rtl">ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ</p>
<p dir="rtl">فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ…</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Serulah kepada mereka (yakni penduduk Yaman) kalimah syahadah bahawa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan aku adalah pesuruh Allah dan apabila mereka telah taat atas perkara ini maka beritahukan kepada mereka bahawa Allah mewajibkan mereka solat lima waktu sehari semalam…</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya<em>, Kitab al-Zakaah,</em> no: 1395.</p>
<p>Menerusi hadis ini dapat kita simpulkan bahawa solat yang diwajibkan ke atas umat Islam hanyalah solat lima waktu sehari semalam. Maka solat-solat selain itu termasuk solat <em>Witir</em> ini hanya termasuk dalam perkara <em>tathawwu’</em>. Hukum ini juga adalah bersandarkan sebuah riwayat daripada ‘Ali <em>radhiallahu’ anh</em>:</p>
<p dir="rtl">عَنْ عَلِيٍّ قَالَ الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَصَلاَتِكُمْ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنْ سَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Solat Witir tidaklah wajib seperti solat yang difardukan ke atas kamu, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya. </em></strong>– Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam <em>Sunan</em>nya, <em>Kitab al-Sholaah</em>, no: 415</p>
<p>v  <strong>KEUTAMAANNYA</strong></p>
<p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> amat menyukai mereka yang mengerjakan solat witir. Daripada ‘Ali <em>radhiallahu’ anh</em> di berkata Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl">يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ.</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Wahai ahli al-Qur’an (mereka yang membaca dan beramal dengan al-Qur’an), Hendaklah kamu mengerjakan solat Witir, sesungguhnya Allah itu ganjil dan mencintai yang ganjil.</em> </strong>– Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam <em>Sunannya, Kitab al-Sholaah</em>, no: 1207</p>
<p>Solat <em>Witir</em> juga merupakan sebahagian dari solat malam dan sebagaimana yang kita telah sedia maklum solat malam ini merupakan sebaik-baik solat setelah solat fardu dan ianya memiliki banyak keutamaan yang telah penulis paparkan ketika membicarakan bab <em>Keutamaan Solat Tahajjud</em>. Silalah rujuk ke sana.</p>
<p>v  <strong>TATACARA PERLAKSANAAN SERTA HUKUM-HUKUM BERKAITAN</strong></p>
<p>q  <strong>Waktu Didirikan Solat Witir</strong></p>
<p>Solat <em>Witir</em> boleh didirikan setelah mengerjakan solat Isyak sehinggalah sebelum terbitnya fajar. Daripada ‘Aisyah Ummul Mukminin <em>radhiallahu’ anha</em>, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ</p>
<p dir="rtl">وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ</p>
<p dir="rtl">فَإِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَتَبَيَّنَ لَهُ الْفَجْرُ وَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ لِلإِقَامَةِ.</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan solat sebelas rakaat pada waktu di antara selesai solat Isyak iaitu suatu waktu yang orang-orang disebut sebagai ‘atamah (sampai subuh) sebanyak sebelas rakaat, dengan salam setiap dua rakaat dan mengerjakan solat Witir satu rakaat. Apabila muadzdzin telah berhenti mengumandangkan azan solat Subuh, sudah nampak jelas pula fajar olehnya, dan baginda juga sudah didatangi oleh muadzdzin, baginda segera berdiri dan mengerjakan dua rakaat ringan kemudian berbaring ke sisi kanannya sehingga datang muadzdzin kepada baginda untuk mengumandangkan iqamah.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 736.</p>
<p>Namun begitu waktu yang afdal untuk mengerjakan solat <em>Witir</em> adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Daripada ‘Aisyah, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">كُلَّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan solat witir dan berakhir sampai waktu sahur.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya<em>, Kitab al-Witr,</em> no: 996</p>
<p align="justify"> Apatah lagi terdapat satu waktu pada sepertiga malam itu di mana Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> akan turun ke langit dunia dan akan memperkenankan doa dan permintaan serta memberi pengampunan kepada hamba-hamba-Nya.. Sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p dir="rtl">يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ.</p>
<p dir="rtl">يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, nescaya Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, nescaya Aku akan memberinya; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, nescaya Aku akan mengampunnya.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab at-Tahajjud</em>, no: 1145.</p>
<p>Namun demikian sekiranya seseorang itu khuatir bahawa dia tidak mampu untuk bangun mengerjakan solat <em>Witir</em> pada sepertiga malam yang terakhir, hendaklah dia mengerjakannya sebelum tidur. Daripada Jabir bin ‘Abdullah <em>radhiallahu’ anh</em>, dia berkata Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl">مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ</p>
<p dir="rtl">وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ.</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Barangsiapa di antara kamu khuatir tidak bangun pada akhir waktu malam, hendaklah mengerjakan Witir pada awal malam, kemudian tidurlah. Dan barangsiapa di antara kalian merasa mampu untuk bangun pada akhir malam, hendaklah melakukan Witir pada sebahagian akhir malam. Kerana solat pada akhir waktu malam disaksikan dan dihadiri (malaikat), maka hal itu lebih utama.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 755.</p>
<p>Sekiranya telah mengerjakan solat <em>Witir</em> pada awal malam iaitu sebelum tidur, tetapi seseorang itu terjaga pada sepertiga malam yang akhir maka dia tidak boleh melakukan sekali lagi solat <em>Witir</em>. Ini adalah kerana Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl">لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Tidak ada dua Witir dalam satu malam.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam <em>Sunan</em>nya, <em>Kitab al-Sholaah</em>, no.1227.</p>
<p>Namun demikian diperbolehkan baginya untuk mengerjakan solat-solat sunat yang lain kerana diperbolehkan untuk mengerjakan solat sunat walaupun telah mendirikan solat <em>Witir</em>. Menurut Syaikh Muhammad at-Tuwaijiri:</p>
<p>Siapa yang <em>Witir</em> pada awal malam kemudian terbangun pada akhir malam maka solatlah secara genap tanpa ada witir. – Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijirsi, <em>Mukhtasar al-Fiqhi al-Islami</em>, ms. 712,</p>
<p>q  <strong>Jumlah Rakaat Solat <em>Witir</em></strong></p>
<p>Sebagaimana yang kita telah sedia maklum solat <em>Witir</em> mempunyai jumlaah rakaat yang ganjil. Menerusi hadis-hadis Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> kita dapati terdapat variasi jumlah rakaat yang dilaksanakan oleh baginda</p>
<p align="justify"><strong>PERTAMA:</strong> Solat <em>Witir</em> dengan hanya satu rakaat. Dalilnya adalah sebuah riwayat daripada ‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiallahu’ anhuma</em>, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">إِنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ.</p>
<p dir="rtl">قَالَ: مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ.</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Sesungguhnya seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah, bagaimanakah solat malam? Baginda bersabda: Dua-dua (rakaat), apabila engkau khuatir (masuk waktu subuh), maka laksanakan solat Witir satu rakaat.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab at-Tahajjud</em>, no: 1137.</p>
<p>* Tatacara mengerjakannya</p>
<p><strong>Rakaat Pertama</strong></p>
<p>1)      Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat <em>Witir</em></p>
<p><em>2)      Takbiratul Ihram</em></p>
<p>3)      Doa <em>Iftitah</em></p>
<p>4)      Membaca surah al-Fatihah</p>
<p>5)      Membaca Surah al-Qur’an</p>
<p>6)      Rukuk</p>
<p>7)      Iktidal</p>
<p>8)      Sujud</p>
<p>9)      Duduk antara dua sujud</p>
<p>10)    Sujud kali kedua</p>
<p>11)    Duduk untuk <em>tahiyyat</em> akhir</p>
<p>12)    Memberi salam ke kanan dan ke kiri</p>
<p><strong>KEDUA:</strong> Solat <em>Witir</em> dengan tiga rakaat. Tatacara perlaksanaannya ada dua :-</p>
<ol>
<li>Mengerjakan dua rakaat terlebih dahulu dan salam. Setelah itu didirikan satu lagi rakaat secara berasingan dan salam. Dalilnya adalah riwayat daripada Nafi’:</li>
</ol>
<p dir="rtl">أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يُسَلِّمُ بَيْنَ الرَّكْعَةِ وَالرَّكْعَتَيْنِ فِي الْوِتْرِ.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Bahawa ‘Abdullah bin ‘Umar mengucapkan salam antara satu rakaat dan dua rakaat dalam solat Witir.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya<em>, Kitab al-Witr,</em> no: 991.</p>
<p>* Tatacara mengerjakannya</p>
<p><strong>Rakaat Pertama</strong></p>
<p>1)      Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat <em>Witir</em></p>
<p>2)      <em>Takbiratul</em> <em>Ihram</em></p>
<p>3)      Doa <em>Iftitah</em></p>
<p>4)      Membaca surah al-Fatihah</p>
<p>5)      Membaca Surah al-Qur’an</p>
<p>6)      Rukuk</p>
<p>7)      Iktidal</p>
<p>8)      Sujud</p>
<p>9)      Duduk antara dua sujud</p>
<p>10)    Sujud kali kedua</p>
<p>11)    Bangun untuk rakaat kedua</p>
<p><strong>Rakaat Kedua</strong></p>
<p>1)      Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)</p>
<p>2)      Duduk untuk <em>tahiyyat</em> akhir</p>
<p>3)      Memberi salam kanan dan kiri dan bagun untuk mengerjakan rakaat terakhir</p>
<p><strong>Rakaat Ketiga</strong></p>
<p>1)      Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat <em>Witir</em></p>
<p>2)      <em>Takbiratul</em> <em>Ihram</em></p>
<p>3)      Doa <em>Iftitah</em></p>
<p>4)      Membaca surah al-Fatihah</p>
<p>5)      Membaca Surah al-Qur’an</p>
<p>6)      Rukuk</p>
<p>7)      Iktidal</p>
<p>8)      Sujud</p>
<p>9)      Duduk antara dua sujud</p>
<p>10)    Sujud kali kedua</p>
<p>11)    Duduk untuk <em>tahiyyat</em> akhir</p>
<p>12)    Memberi salam ke kanan dan ke kiri</p>
<ol start="2">
<li>Mendirikan tiga rakaat sekaligus dengan hanya satu salam.</li>
</ol>
<p dir="rtl">مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً.</p>
<p dir="rtl">يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ. ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ.</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا.</p>
<p align="justify">Maksudnya:</p>
<p align="justify"><strong><em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menambah pada bulan Ramadan dan tidak pula pada bulan-bulan lainnya, melebihi sebelas rakaat; baginda solat empat rakaat, jangan kamu persoalkan akan kebagusan dan panjangnya. Kemudian baginda solat empat rakaat lagi, jangan kamu persoalkan akan kebagusan dan panjangnya. Kemudian baginda solat tiga rakaat (witir). </em></strong>- Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya<em>,</em> <em>Kitab</em> <em>at-Tahajjud</em>, no: 1147.</p>
<p><strong><em> </em></strong>Solat <em>Witir</em> sebanyak tiga rakaat ini berbeza dari Solat Maghrib yang terdapat dua <em>tasyahhud</em>. <em>Tasyahhud</em> solat <em>Witir</em> hanyalah satu yakni pada rakaat yang ketiga. Surah-Surah yang baginda baca untuk solat <em>Witir</em> tiga rakaat adalah Surah <em>al-A’la</em>, Surah <em>al-Kaafiruun</em> dan Surah <em>al-Ikhlash </em>sebagaimana riwayat daripada Ubay bin Ka’ab, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى</p>
<p dir="rtl">وَفِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ</p>
<p dir="rtl">وَلاَ يُسَلِّمُ إِلاَّ فِي آخِرِهِنَّ وَيَقُولُ يَعْنِي بَعْدَ التَّسْلِيمِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلاَثًا</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca dalam Solat Witir ‘Sabbhisma rabbikal a’laa’ dan pada rakaat kedua membaca ‘Qulyaa ayyuhal kaafiruun’ dan pada rakaat ketiga ‘Qulhuwallahu ahad’ dan baginda tidak mengucapkan salam kecuali pada akhir rakaat dan baginda membaca ‘Subhanal malikul qudduus’ sebanyak tiga setelah memberi salam</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Nasa’i dalam <em>Sunan</em>nya<em>, Kitab Qiyaamul Lail wa Tathawwu’un Nahaar</em>, no: 1683.</p>
<p>Melalui hadis di atas kita juga dapat mengetahui bahawa setelah selesai solat witir baginda membaca zikir سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (Maha suci Tuhan Raja yang Kudus).</p>
<p>* Tatacara mengerjakannya</p>
<p><strong>Rakaat Pertama</strong></p>
<p>1)      Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat <em>Witir</em></p>
<p>2)      <em>Takbiratul</em> <em>Ihram</em></p>
<p>3)      Doa <em>Iftitah</em></p>
<p>4)      Membaca surah al-Fatihah</p>
<p>5)      Membaca Surah al-Qur’an</p>
<p>6)      Rukuk</p>
<p>7)      Iktidal</p>
<p>8)      Sujud</p>
<p>9)      Duduk antara dua sujud</p>
<p>10)    Sujud kali kedua</p>
<p>11)    Bangun untuk rakaat kedua</p>
<p><strong>Rakaat Kedua</strong></p>
<p>1)      Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)</p>
<p>2)      Bangun untuk rakaat ketiga</p>
<p><strong>Rakaat Ketiga</strong></p>
<p>1)      Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)</p>
<p>2)      Duduk untuk <em>tahiyyat</em> akhir</p>
<p>3)      Memberi salam ke kanan dan ke kiri</p>
<p><strong>KETIGA:</strong> Solat <em>Witir</em> dengan lima rakaat dengan satu <em>tasyahhud</em> pada rakaat yang terakhir. Tatacara ini adalah bersandarkan kepada hadis daripada ‘Aisyah <em>radhiallahu’ anha</em>, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً</p>
<p dir="rtl">يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ فِي آخِرِهَا.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjalankan solat pada malam hari tiga belas rakaat, baginda berwitir lima rakaat dan tidak duduk (untuk tasyahhud) kecuali pada akhir rakaat.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 737.</p>
<p align="justify">Namun begitu terdapat juga pendapat bahawa solat <em>Witir</em> lima rakaat boleh dilaksanakan dengan melaksanakan dua rakaat lalu salam, dua rakaat lagi lalu salam dan diakhirkan dengan satu rakaat dan salam. Tatacara ini adalah bersandarkan keumuman lafaz dalam hadis daripada  ‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiallahu’ anhuma</em>, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">إِنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ.</p>
<p dir="rtl">قَالَ: مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ.</p>
<p> Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Sesungguhnya seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah, bagaimanakah solat malam? Baginda bersabda: Dua-dua (rakaat), apabila engkau khuatir (masuk waktu subuh), maka laksanakan solat Witir satu rakaat.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab at-Tahajjud</em>, no: 1137.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KEEMPAT:</strong> Solat <em>Witir</em> dengan tujuh rakaat dengan membaca <em>tasyahhud</em> pada rakaat ketujuh. Hal ini adalah bersandarkan kepada hadis daripada ‘Aisyah <em>radhiallahu’ anha</em>, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">فَلَمَّا سَنَّ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخَذَهُ اللَّحْمُ أَوْتَرَ بِسَبْعٍ</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>…Setelah Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin tua dan tubuhnya semakin gemuk baginda mengerjakan Witir dengan tujuh rakaat…</em></strong>- Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 746.</p>
<p>Menerusi hadis yang diriwayatkan Imam al-Nasa’i pula disebutkan:</p>
<p dir="rtl">عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا أَسَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</p>
<p dir="rtl">وَأَخَذَ اللَّحْمَ صَلَّى سَبْعَ رَكَعَاتٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِي آخِرِهِنَّ…</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Daripada ‘Aisyah dia berkata: Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin tua dan tubuhnya semakin gemuk baginda mengerjakan Witir dengan tujuh rakaat dan baginda tidak duduk (tahiyyat) kecuali di akhir rakaat… </em></strong>- Hadis riwayat Imam al-Nasa’i dalam <em>Sunan</em>nya<em>, Kitab Qiyaam al-Lail wa Tathawwu’ al-Nahaar,</em> no: 1699.</p>
<p>Ada juga yang berpendapat solat Witir tujuh rakaat ini dibenarkan untuk didirikan dengan mengerjakan solat dua rakaat sebanyak tiga kali dan diakhiri dengan solat satu rakaat sebagaimana keumuman hadis ‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiallahu’ anhuma</em> yang telah penulis paparkan sebelum ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KELIMA:</strong> Solat Witir sebanyak sembilan rakaat dengan dua <em>tasyahhud</em> yakni <em>tasyahhud</em> awal pada rakaat kelapan dan <em>tasyahhud</em> akhir pada rakaat kesembilan. Hal ini adalah bersandarkan kepada hadis daripada ‘Aisyah <em>radhiallahu’ anha</em>, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">وَيُصَلِّي تِسْعَ رَكَعَاتٍ لاَ يَجْلِسُ فِيهَا إِلاَّ فِي الثَّامِنَةِ فَيَذْكُرُ اللَّهَ وَيَحْمَدُهُ وَيَدْعُوهُ</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ يَنْهَضُ وَلاَ يُسَلِّمُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّ التَّاسِعَةَ</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللَّهَ وَيَحْمَدُهُ وَيَدْعُوهُ</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيمًا يُسْمِعُنَا ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>(Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sekiranya bersolat Witir) sembilan rakaat baginda tidak duduk (untuk tasyahhud awal) kecuali pada rakaat kelapan. Kemudian baginda memanjatkan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berzikir dan berdoa (membaca tasyahhud). Setelah itu baginda bangkit dengan tidak mengucapkan salam. Selanjutnya baginda mengerjakan rakaat kesembilan lalu duduk dan berzikir kepada Allah yang Maha Mulia lagi Maha Perkasa, serta berdoa (membaca  tasyahhud akhir) kemudian mengucapkan salam yang terdengar oleh kami. Setelah itu baginda mengerjakan solat dua rakaat… </em></strong>- Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 746.</p>
<p>Ada juga yang berpendapat solat <em>Witir</em> sembilan rakaat ini dibenarkan untuk didirikan dengan mengerjakan solat dua rakaat sebanyak empat kali dan diakhiri dengan solat satu rakaat sebagaimana keumuman hadis ‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiallahu’ anhuma</em> yang telah penulis paparkan sebelum ini.</p>
<p>q  <strong>Membaca Qunut Dalam Solat Witir</strong></p>
<p>Kadangkala Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> membaca qunut dalam solat <em>Witir</em>. Qunut adalah nama bagi perbuatan untuk berdoa dalam solat pada tempat yang tertentu ketika berdiri. Dalil disyariatkan membaca qunut dan lafaz doa qunut ketika solat <em>Witir</em> adalah:</p>
<p dir="rtl">عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ فِي الْوِتْرِ قَالَ</p>
<p dir="rtl">قُلْ اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ</p>
<p dir="rtl">وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ</p>
<p dir="rtl">(وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ) تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Diriwayatkan daripada Hasan bin Ali radhiallahu’ anh, bahawa dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan aku beberapa kalimat yang harus aku ucapkan di dalam solat Witir, iaitu Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjukkan, Selamatkanlah aku dalam golongan orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berikanlah berkat dalam segala sesuatu yang telah Engkau berikan. Hindarkanlah diriku dari segala bahaya yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan, Sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau lindungi (dan tidak akan menjadi mulia orang yang Engkau musuhi). Engkau wahai Tuhan adalah Maha Mulia serta Maha Tinggi. Dan semoga Allah tetap memberi rahmat ke atas Nabi Muhammad. </em></strong>- Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam <em>Sunan</em>nya, <em>Kitab al-Sholaah</em>, no. 426. (tambahan dari riwayat Abu Daud, <em>Kitab al-Solat</em>, no: 1214)</p>
<p>Qunut ketika solat <em>Witir</em> dibaca pada rakaat yang terakhir setelah membaca surah dan sebelum rukuk. Dalilnya adalah sebuah  riwayat daripada Ubay bin Ka’ab, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">كَانَ يُوتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوعِ.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Bahawasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan Witir lalu membaca qunut sebelum rukuk. </em></strong>– Hadis riwayat Imam Ibnu Majah dalam <em>Sunan</em>nya<em>, Kitab Iqaamatush Sholaah was Sunnah Fiiha</em>, no: 1182.</p>
<p>Adalah disunatkan untuk membaca qunut dalam solat <em>Witir</em> ini pada malam-malam lima belas terakhir pada bulan Ramadan dan ini merupakan mazhab Imam al-Syafi’i <em>rahimahullah</em>. Menurut Syaikh Sayyid Sabiq <em>rahimahullah</em> pandangan ini adalah bersandarkan riwayat daripada Abu Dawud bahawa ‘Umar al-Khaththab <em>radhiallahu ‘anh</em> mengumpulkan orang ramai untuk bersolat (tarawih) jemaah dengan berimamkan kepada Ubai bin Ka’ab <em>radhiallahu ‘anh</em>. Selama dua puluh hari Ubai menjadi imam kepada mereka dan tidak pernah mengerjakan qunut melainkan pada pertengahan akhir pada bulan Ramadan. – Sayyid Sabiq, <em>Fikih Sunnah</em>, jilid 2, ms. 37-38.</p>
<p>* Tatacara mengerjakan doa qunut dalam solat Witir.</p>
<p><strong>Rakaat Pertama</strong></p>
<p>1)      Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat <em>Witir</em></p>
<p>2)      <em>Takbiratul</em> <em>Ihram</em></p>
<p>3)      Doa <em>Iftitah</em></p>
<p>4)      Membaca surah al-Fatihah</p>
<p>5)      Membaca Surah al-Qur’an</p>
<p>6)      Rukuk</p>
<p>7)      Iktidal</p>
<p>8)      Sujud</p>
<p>9)      Duduk antara dua sujud</p>
<p>10)    Sujud kali kedua</p>
<p>11)    Bangun untuk rakaat kedua</p>
<p><strong>Rakaat Kedua</strong></p>
<p>1)      Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)</p>
<p>2)      Duduk untuk <em>tahiyyat</em> akhir</p>
<p>3)      Memberi salam kanan dan kiri dan bagun untuk mengerjakan rakaat ke terakhir</p>
<p><strong>Rakaat Ketiga</strong></p>
<p>1)      Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat <em>Witir</em></p>
<p>2)      <em>Takbiratul</em> <em>Ihram</em></p>
<p>3)      Doa <em>Iftitah</em></p>
<p>4)      Membaca surah al-Fatihah</p>
<p>5)      Membaca Surah al-Qur’an</p>
<p><strong>6)      Membaca Doa Qunut</strong></p>
<p>7)      Rukuk</p>
<p>8)      Iktidal</p>
<p>9)      Sujud</p>
<p>10)    Duduk antara dua sujud</p>
<p>11)    Sujud kali kedua</p>
<p>12)    Duduk untuk <em>tahiyyat</em> akhir</p>
<p>13)    Memberi salam ke kanan dan ke kiri</p>
<p>q  <strong>Cara Menqadha Solat Witir</strong></p>
<p>Apabila seseorang tertinggal mengerjakan solat <em>Witir</em> disebabkan perkara-perkara yang valid seperti tertidur atau terlupa maka ianya boleh diqadhakan ketika tersedar. Hal ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl">مَنْ نَامَ عَنْ وِتْرِهِ أَوْ نَسِيَهُ فَلْيُصَلِّهِ إِذَا ذَكَرَهُ.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Barangsiapa tertidur atau lupa sehingga tidak mengerjakan solat Witir, hendaklah dia mengerjakannya ketika dia teringat.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam <em>Sunan</em>nya<em>, Kitab al-Sholaah,</em> no: 1431.</p>
<p>Ulamak berbeza pendapat tentang kadar waktu yang dibenarkan untuk mengqadhakan solat <em>Witir</em>. Hadis di atas secara umum menyebutkan bahawa ianya boleh dilaksanakan pada bila-bila masa sahaja pada hari itu ketika teringat. Hanya sahaja yang afdal adalah ianya dikerjakan pada waktu di antara Subuh dan sebelum Zuhur agar mendapat pahala yang menyamai jika dikerjakan pada malam hari. Ini adalah kerana telah diriwayatkan daripada ‘Umar bin al-Khatthab <em>radhiallahu’ anh</em>, dia berkata Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl">مَنْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ أَوْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَقَرَأَهُ فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الظُّهْرِ كُتِبَ لَهُ</p>
<p dir="rtl">كَأَنَّمَا قَرَأَهُ مِنْ اللَّيْلِ.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Barangsiapa yang tertidur sehingga tidak sempat mengerjakan solat malam atau membaca al-Qur’an pada malam hari (padahal dia sudah berniat untuk mengerjakannya), kemudian dia mengerjakan pada waktu di antara Subuh dan Zuhur, nescaya akan dicatatkan untuknya seolah-olah dia telah mengerjakannya pada malam hari.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 747.</p>
<p>Namun begitu sekiranya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> mengqadhakan solat malamnya pada siang hari baginda akan menggenapkannya dari sebelas rakaat menjadi dua belas rakaat. Diriwayatkan daripada ‘Aisyah:</p>
<p dir="rtl">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَمِلَ عَمَلاً أَثْبَتَهُ</p>
<p dir="rtl">وَكَانَ إِذَا نَامَ مِنْ اللَّيْلِ أَوْ مَرِضَ صَلَّى مِنْ النَّهَارِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>…Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila mengerjakan sesuatu solat baginda suka untuk mengerjakannya secara berterusan. Apabila baginda tertidur atau sakit sehingga tidak sempat mengerjakan solat malam baginda mengerjakan solat pada siang harinya sebanyak dua belas rakaat.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Muslim dalam <em>Shahih</em>nya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa</em>, no: 746.</p>
<p>Oleh itu bagi sesiapa yang solat <em>Witir</em>nya secara kebiasaanya dikerjakan sebanyak satu rakaat maka apabila diqadha pada siang hari ianya dikerjakan sebanyak dua rakaat dan tiga rakaat menjadi empat rakaat dan seterusnya.</p>
<p>q  <strong>Bolehkah Mengerjakan Solat Sunat Setelah Solat Witir</strong></p>
<p>Sebagaimana yang telah sedia maklum solat <em>Witir</em> dianggap penutup bagi solat malam. Daripada ‘Abdullah bin ‘Umar bahawa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl">اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Jadikanlah solat Witir sebagai solat terakhir kalian pada malam hari.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya<em>, Kitab al-Witr,</em> no: 998.</p>
<p>Rentetan dari hadis di atas ada yang beranggapan tidak boleh lagi melaksanakan solat sunat setelah mengerjakan solat <em>Witir</em>. Namun begitu tanggapan ini dapat dibantah kerana Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> pernah mengerjakan solat sunat setelah mengerjakan solat <em>Witir</em>. Daripada ‘Aisyah <em>radhiallahu’ anha</em>, dia berkata:</p>
<p dir="rtl">صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ صَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ وَرَكْعَتَيْنِ جَالِسًا</p>
<p dir="rtl">وَرَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءَيْنِ وَلَمْ يَكُنْ يَدَعْهُمَا أَبَدًا.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam solat Isyak kemudian solat lapan rakaat dan dua rakaat dengan duduk serta dua rakaat (Qabliyah Subuh) di antara dua seruan (yakni azan dan iqamah). Baginda shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan kedua rakaat (Qabliyah Subuh) tersebut</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahihnya, Kitab al-Tahajjud</em>, no: 1159</p>
<p>Menurut al-Hafidz Ibnu Hajar <em>rahimahullah</em> walaupun dalam riwayat di atas tidak menyebutkan tentang solat <em>Witir</em> namun hal ini diperjelaskan melalui riwayat al-Laits dengan lafaz:</p>
<p dir="rtl">كَانَ يُصَلِّي بِثَلاَث عَشْرَة رَكْعَة تِسْعًا قَائِمًا وَرَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِس</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Baginda solat tiga belas rakaat, sembilan rakaat dengan berdiri dan dua rakaat dengan duduk.</em></strong> – Rujuk <em>Fathul Baari Syarah Shahih al-Bukhari</em>, jilid 6, ms. 314.</p>
<p>Dalam riwayat Imam Muslim kita akan gambaran yang lebih jelas akan hal ini.</p>
<p>Daripada Abi Salamah, dia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah <em>radhiallahu’ anha</em> tentang solat Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> lalu dia menjawab:</p>
<p dir="rtl">كَانَ يُصَلِّي ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِس</p>
<p dir="rtl">فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ.</p>
<p><strong><em>Bahawasanya baginda bersolat sebanyak tiga belas rakaat. Baginda solat lapan rakaat kemudian (mengerjakan solat) Witir, kemudian solat dua rakaat sambil duduk, apabila hendak rukuk, baginda berdiri lalu rukuk, kemudian baginda solat dua rakaat (Qabliyah Subuh) di antara azan dan iqamah solat Subuh.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, <em>Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa,</em> no: 738.</p>
<p>Seterusnya hal ini diperkuatkan lagi dengan riwayat di bawah:</p>
<p dir="rtl">عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الْوِتْرِ وَهُوَ جَالِسٌ</p>
<p dir="rtl">يَقْرَأُ فِيهِمَا إِذَا زُلْزِلَتْ الْأَرْضُ وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Daripada Abi Umamah bahawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan solat dua rakaat setelah mengerjakan solat witir dengan duduk dan baginda membaca ‘Idza zul zilztil ardhu’ dan ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’.</em></strong> – Hadis riwayat Imam Ahmad dalam <em>Musnad</em>nya, no: 21216.</p>
<p>Hanya sahaja Baginda <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> tidak berterusan dalam melaksanakan solat dua rakaat setelah <em>Witir</em> tersebut. Solat dua rakaat setelah <em>Witir</em> itu boleh dianggap sebagai solat untuk menyempurnakan kekurangan yang mungkin ada ketika melaksanakan solat <em>Witir</em> tersebut. Ibnu Qayyim <em>rahimahullah</em> memperjelaskan:</p>
<p>Sebahagian orang ada yang merasa musykil dengan masalah solat dua rakaat setelah witir ini kerana ianya dilihat bertentangan dengan sabda baginda:</p>
<p dir="rtl">اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.</p>
<p><strong><em>Jadikanlah solat witir sebagai solat terakhir kalian pada malam hari.</em></strong></p>
<p>Dalam hal ini Imam Ahmad berkata: Aku tidak mengerjakannya tapi juga tidak melarang orang lain mengerjakannya. Sedangkan Imam Malik mengingkari dua rakaat itu. Ada pula yang menyatakan bahawa baginda mengerjakan dua rakaat itu untuk menunjukkan bahawa diperbolehkan solat (sunat) setelah <em>Witir</em>. Mereka menafsirkan perintah baginda untuk mengakhiri solat malam dengan <em>Witir</em> sebagai anjuran dan dua rakaat sesudahnya diperbolehkan. Apa yang benar, <em>Witir</em> adalah ibadah yang berdiri sendiri. Dua rakaat yang baginda lakukan setelah itu seperti halnya sunat (<em>Ba’diyah</em>) setelah Maghrib yang melengkapi solat Maghrib. Sehingga dua rakaat ini juga melengkapi solat <em>Witir</em> sebagai penutup solat malam. Dua rakaat setelahnya sebagai pelengkap. – Rujuk Ibnu Qayyim al-Jauziyah, <em>Mukhtashar Zaadul Ma’ad</em>, diringkaskan oleh Syaikh Muhammad Abdul Wahhab al-Tamimi (edisi terjemahan dengan tajuk <em>Zaadul Maad : Bekal Perjalan Ke Akhirat</em>, Pustaka Azam, Jakarta 1999) ms. 36-37.</p>
<p>q  <strong>Tidur Sejenak Setelah Mengerjakan Solat Witir</strong></p>
<p>Disunnahkan juga untuk tidur setelah mengerjakan solat malam termasuk solat <em>Witir</em> sehinggalah dikumandangkan azan Subuh. Daripada al-Aswad, dia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah <em>radhiallahu’ anha</em>: Bagaimana solat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> pada malam hari. ‘Aisyah berkata:</p>
<p dir="rtl">كَانَ يَنَامُ أَوَّلَهُ وَيَقُومُ آخِرَهُ فَيُصَلِّي ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى فِرَاشِهِ فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ.</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p><strong><em>Biasanya baginda tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam lalu solat, kemudian kembali lagi ke tempat tidurnya. Apabila muadzdzin telah mengumandangkan azan baginda bangun.</em></strong> – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam <em>Shahih</em>nya<em>, Kitab al-Tahajjud,</em> no: 1146.</p>
<p>Adakah hal ini bertentang dengan hadis tentang baring sejenak setelah mengerjakan solat <em>Qabliyah Subuh</em>? Syaikh Abu Malik Kamal menyatakan:</p>
<p>Apa yang jelas adalah disyariatkannya tidur setelah dua rakaat sunat Subuh, namun pada kenyataannya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> pada satu waktu baginda tidur antara solat malam dan solat Subuh. Pada waktu yang lain pula baginda tidur setelah dua rakaat solat sunat Subuh. Mungkin sahaja baginda tidur pada kedua waktu itu. <em>Wallahu a’lam.</em> – rujuk Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, <em>Shahih Fiqh as-Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhih Madzahib al-A’immah</em> (edisi terjemahan dengan tajuk <em>Shahih Fikih Sunnah</em> terbitan Pustaka Azzam, Jakarta, 2006), jilid 1, ms. 621.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=119&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-witir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keutamaan shalat tahajud</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-tahajud/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-tahajud/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 05:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT. Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an : “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=117&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.</p>
<p>Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :<br />
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”<br />
(QS : Al-Isro’ : 79)</p>
<p>Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .</p>
<p>Sahabat Abdullah bin<br />
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :<br />
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)</p>
<p>Bersabda Nabi Muhammad SAW :<br />
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )</p>
<p>Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :<br />
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :<br />
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )<br />
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )<br />
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )</p>
<p>Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”<br />
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :<br />
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)</p>
<p>Bersabda Rosulullah SAW :<br />
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )</p>
<p>Nabi SAW bersabda lagi :<br />
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )</p>
<p>Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :<br />
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )</p>
<p>Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :<br />
1) 2 raka’at shalat Iftitah.<br />
2) 8 raka’at shalat Tahajud.<br />
3) 3 raka’at shalat witir.</p>
<p>Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :<br />
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya<br />
disiram air.” (HR Abu Daud)</p>
<p>Bersabda Nabi SAW :<br />
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga<br />
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)</p>
<p>Keutamaan Shalat Tahajud :<br />
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan<br />
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”<br />
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :<br />
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.<br />
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.<br />
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh<br />
semua manusia.<br />
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.<br />
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.</p>
<p>Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :<br />
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.<br />
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.<br />
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.<br />
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=117&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-tahajud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keutamaan shalat dhuha</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-dhuha/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-dhuha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 04:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[SEMBAHYANG DHUHA Murahkan rezeki, menolak kepapaan Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri ialah sembahyang sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, Antaranya dalam riwayat  Abu Hurairah katanya:- &#8220;Kekasihku Rasullullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=114&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/11/doa-solat-duha1.jpeg"><br />
</a></p>
<p align="CENTER"><span style="color:#0000ff;font-size:large;">SEMBAHYANG DHUHA</span><span style="color:#0000ff;"><br />
<big>Murahkan rezeki, menolak kepapaan</big></span></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="color:#000080;"><big><big>A</big></big></span>ntara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri ialah sembahyang sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, Antaranya dalam riwayat  Abu Hurairah katanya:-</span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><strong><big><span style="font-family:Times New Roman;">&#8220;Kekasihku Rasullullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat sembahyang Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan&#8221;</span></big></strong></p>
<p align="RIGHT"><strong><big><span style="font-family:Times New Roman;">( Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim )</span></big></strong></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam riwayat yang lain Rasullullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda yang maksudnya :      <em>&#8221; Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah ( sebagai ganti ) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat sembahyang Dhuha .&#8221;</em></span></big></p>
<p align="RIGHT"><em><big><span style="font-family:Times New Roman;">( Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim )</span></big></em></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab &#8220;An-Nurain&#8221; sabda Rasullullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam yang maksudnya : &#8220;Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.&#8221;</span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah Sallallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya :</span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">&#8220;Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya aku segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.&#8221;</span></big></p>
<p align="right"><em><big><span style="font-family:Times New Roman;">(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)</span></big></em></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu &#8216;anhu berkata :</span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">&#8220;Aku mendengar Rasulullah Sallallahu &#8216;alaihi wasallam berkata : &#8220;Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas&#8221;</span></big></p>
<p align="right"><em><big><span style="font-family:Times New Roman;">(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)</span></big></em></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita&#8217;khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.</span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh &#8216;Aisyah bermaksud :&#8221;Adalah Nabi Sallallahu &#8216;alaihi  wasallam bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehendakinya.&#8221;</span></big></p>
<p align="right"><big><span style="font-family:Times New Roman;">(Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah) </span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam sebuah hadis yang lain Nabi Sallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda bermaksud :</span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">&#8221; <em>Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang tidak lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikan nya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,&#8221;</em> </span></big></p>
<p align="RIGHT"><big><span style="font-family:Times New Roman;">( Riwayat At-Thabarani ) </span></big></p>
<p align="JUSTIFY"><big><span style="font-family:Times New Roman;">Manakala surah yang sunat dibaca selepas membaca Faatihah pada rakaat pertama ialah surah as-Syams dan rakaat kedua selepas membaca al-Faatihah disunatkan membaca surah adh-Dhuha.</span></big></p>
<p align="JUSTIFY">doa shalat dhuha</p>
<p><a href="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/11/doa-solat-duha1.jpeg"><img title="doa shalat duha" src="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/11/doa-solat-duha1.jpeg?w=194&#038;h=260" alt="" width="194" height="260" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><strong><big><span style="font-family:Times New Roman;"><em>&#8221; Ya Allah, bahawasanya waktu Dhuha itu waktu DhuhaMu, kecantikan itu ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu dan perlindungan itu perlindungan Mu. Ya Allah jika rezekiku masih diatas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika ia (dari yang) haram maka sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, Keagungan, Keindahan, Kekuatan dan Kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada hamba-hamba Mu yang saleh .&#8221;</em></span></big></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=114&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/08/keutamaan-shalat-dhuha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/11/doa-solat-duha1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">doa shalat duha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keluarga berencana nan sejahtera</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/07/keluarga-berencana-nan-sejahtera/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/07/keluarga-berencana-nan-sejahtera/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 01:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/2011/11/07/keluarga-berencana-nan-sejahtera/</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://ahzani.wordpress.com/2011/11/07/keluarga-berencana-nan-sejahtera/"><img src="http://ahzani.wordpress.com/files/2011/11/kb.jpg" alt="keluarga berencana nan sejahtera" class="size-full wp-image-104" /></a><p>yupz ah.........keluarga kecil bahagia</p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=105&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahzani.wordpress.com/2011/11/07/keluarga-berencana-nan-sejahtera/"><img src="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/11/kb.jpg?w=490" alt="keluarga berencana nan sejahtera" class="size-full wp-image-104" /></a>
<p>yupz ah&#8230;&#8230;&#8230;keluarga kecil bahagia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=105&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2011/11/07/keluarga-berencana-nan-sejahtera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/11/kb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">keluarga berencana nan sejahtera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MULIA</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2011/10/14/mulia/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2011/10/14/mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 02:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara riil. Mulia (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) adalah penjualan logam Mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai, dan agunan dengan jangka waktu Fleksibel. Akad Murabahah Logam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=97&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara riil.</p>
<p>Mulia (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) adalah penjualan logam Mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai, dan agunan dengan jangka waktu Fleksibel.</p>
<p>Akad Murabahah Logam Mulai untuk Investasi Abadi Abadi adalah persetujuan atau kesepakatan yang dibuat bersama antara Pegadaian dan Nasabah atas sejumlah pembelian Logam Mulia disertai keuntungan dan biaya-biaya yang disepakati.</p>
<p>Keuntungan berinvestasi melalui Logam Mulia :</p>
<p>1.Jembatan mewujudkan Niat Mulia Anda untuk :<br />
  &#8211; Menabung Logam Mulia untuk menunaikan Ibadah Haji<br />
  &#8211; Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak di masa mendatang<br />
  &#8211; Memiliki Tempat Tinggal dan Kendaraan.<br />
2.Alternatif Investasi yang aman untuk menjaga Portofolio Asset Anda<br />
3.Merupakan Asset yang sangat Likuid dalam memenuhi kebutuhan dana yang mendesak, memenuhi<br />
  kebutuhan modal kerja untuk pengembangan usaha, atau menyehatkan cashflow keuangan bisnis Anda, dll<br />
4.Tersedia pilihan logam mulia dengan berat 5gr, 10gr, 25gr, 50gr, 100gr, dan 1kg</p>
<p><a href="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/10/pegadaian-syariah-logo2.jpeg"><img src="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/10/pegadaian-syariah-logo2.jpeg?w=300&#038;h=100" alt="" title="pegadaian syariah logo" width="300" height="100" class="alignnone size-medium wp-image-98" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=97&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2011/10/14/mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/10/pegadaian-syariah-logo2.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pegadaian syariah logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AR-RAHN (GADAI SYARIAH)</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2011/10/14/ar-rahn-gadai-syariah/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2011/10/14/ar-rahn-gadai-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 01:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[AR-RAHN (GADAI SYARIAH) RAHN adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsi-prinsip Syariah, dimana nasabah hanya akan dipungut biaya administrasi dan Ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan). Pegadaian Syariah menjawab kebutuhan transaksi gadai sesuai Syariah, untuk solusi pendanaan yang Cepat, Praktis, dan Menentramkan. Cepat : Hanya 15 menit kebutuhan dana Anda akan terpenuhi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=93&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/10/pegadaian-syariah-logo1.jpeg"><img title="pegadaian syariah logo" src="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/10/pegadaian-syariah-logo1.jpeg?w=300&#038;h=100" alt="" width="300" height="100" /></a></p>
<p>AR-RAHN (GADAI SYARIAH)<br />
RAHN adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsi-prinsip Syariah, dimana nasabah hanya akan dipungut biaya administrasi dan Ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan).</p>
<p>Pegadaian Syariah menjawab kebutuhan transaksi gadai sesuai Syariah, untuk solusi pendanaan yang Cepat, Praktis, dan Menentramkan.</p>
<p>Cepat : Hanya 15 menit kebutuhan dana Anda akan terpenuhi<br />
Praktis : Tidak perlu membuka rekening ataupun prosedur lain yang memberatkan. Anda cukup membawa barang-barang berharga milik Anda, saat itu juga Anda akan mendapatkan dana yang dibutuhkan dengan jangka waktu hingga 120 hari dan dapat dilunasi sewaktu-waktu. Jika masa jatuh tempo tiba dan Anda masih memerlukan dana pinjaman tersebut, maka pinjaman Anda dapat diperpanjang hanya dengan membayar sewa simpan dan pemeliharaan serta biaya administrasi.<br />
Menentramkan: Sumber dana kami berasal dari sumber yang sesuai dengan syariah, proses gadai berlandaskan prinsip syariah, serta didukung oleh petugas-petugas dan outlet dengan nuansa Islami sehingga lebih syar&#8217;i dan menetramkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=93&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2011/10/14/ar-rahn-gadai-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahzani.files.wordpress.com/2011/10/pegadaian-syariah-logo1.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pegadaian syariah logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KERJAKAN DENGAN CARA BEDA</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2010/08/18/kerjakan-dengan-cara-beda/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2010/08/18/kerjakan-dengan-cara-beda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 02:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. &#8220;Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=89&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa ekor lalat nampak terbang  berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika  anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian  nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat  langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. &#8220;Saya  bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar&#8221;  katanya.</p>
<p>Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan  terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah  terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu  memandangikawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah  meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.<br />
Si lalat pun  terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu,  dengan tak kenal menyerah silalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat  itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan  bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang  si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak  lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.</p>
<p>Tak jauh dari tempat  itu nampak serombongan semut berjalan beriringan keluar dari sarangnya  untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu,  serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu  hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai  lalat yang malang itu menuju sarang mereka.<br />
Dalam perjalanan seekor  semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua &#8220;Ada apa dengan  lalat ini Pak?,mengapa dia sekarat?&#8221;.<br />
&#8220;Oh.. itu sering terjadi, ada  saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah  berusaha,dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari  pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia  frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu  makan malam kita&#8221; Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih  penasaran dan bertanya lagi &#8220;Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat  itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?&#8221;.</p>
<p>Masih sambil  berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab &#8220;Lalat itu  adalah hewan yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali,  hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama&#8221;. Semut tua itu  memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan  perkataannya namun kali ini dengan mimik &amp; nada lebih serius &#8220;Ingat  anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun  mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat  ini&#8221;.</p>
<p>&#8220;KITA ORANG-ORANG SUKSES TIDAK MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERBEDA, TETAPI KITA HANYA MELAKUKANNYA DENGAN CARA YANG BERBEDA&#8221;.</p>
<p>Inilah  mungkin yang dimaksudkan dalam sebuah hadits yang diperdebatkan  keshahihannya &#8221; Perbedaan yang terjadidi antara ummatku adalah Rahmat &#8220;.</p>
<p>Betapa  banyak orang yang habis waktunya hanya untuk memperdebatkan kuat dan  lemahnya kedudukan sebuah Hadits atau tafsir Al-Qur&#8217;an, tetapi sayang  tidak pernah mampu mengambil HIKMAH dar isesuatu yang diperdebatkan  tersebut.</p>
<p>OK, jangan sia-siakan Ramadhan berlalu tanpa nilai dan  tanpa makna, STOP MUSIK, STOP TV/FILM dan STOP NGEGOSIP, segera Install  Zikir dan Al-Qur&#8217;an dalam Jiwa kita bersama RYI dijalur CURHAT BEBAS  HAMBATAN.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=89&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2010/08/18/kerjakan-dengan-cara-beda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mekanisme Suku Bunga SBI sebagai Sasaran Operasional Kebijakan Moneter dan Variabel Makroekonomi Indonesia: 1990.1-2007.4</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2009/09/19/mekanisme-suku-bunga-sbi-sebagai-sasaran-operasional-kebijakan-moneter-dan-variabel-makroekonomi-indonesia-1990-1-2007-4/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2009/09/19/mekanisme-suku-bunga-sbi-sebagai-sasaran-operasional-kebijakan-moneter-dan-variabel-makroekonomi-indonesia-1990-1-2007-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 09:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Mekanisme Suku Bunga SBI sebagai Sasaran Operasional Kebijakan Moneter dan Variabel Makroekonomi Indonesia: 1990.1-2007.4 SBI INTEREST RATE MECHANISM AS THE OPERATIONAL TARGET OF MONETARY POLICY AND INDONESIAN MACROECONOMY VARIABLES: 1990.1-2007.4 Yogyakarta: Ilmu Ekonomi, 2008 Undergraduate Theses from PFEUGM / 2008-07-22 16:22:36 Oleh : Banjarnahor, Nova Riana, S1 Economics Dibuat : 2008-07-22, dengan 1 file Keyword [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=83&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mekanisme Suku Bunga SBI sebagai Sasaran Operasional Kebijakan Moneter dan Variabel Makroekonomi Indonesia: 1990.1-2007.4<br />
SBI INTEREST RATE MECHANISM AS THE OPERATIONAL TARGET OF MONETARY POLICY AND INDONESIAN MACROECONOMY VARIABLES: 1990.1-2007.4<br />
Yogyakarta: Ilmu Ekonomi, 2008<br />
Undergraduate Theses from PFEUGM / 2008-07-22 16:22:36<br />
Oleh : Banjarnahor, Nova Riana, S1 Economics<br />
Dibuat : 2008-07-22, dengan 1 file</p>
<p>Keyword : Mekanisme Suku Bunga SBI, DVAR, IRF, FEVD, Kebijakan Moneter<br />
Subjek : Makroekonomi &#8211; Kebijakan Moneter &#8211; Indonesia<br />
Kepala Subjek : Makroekonomi<br />
Cakupan : Nilai A<br />
Bank Indonesia telah menerapkan kerangka kerja penargetan inflasi untuk mencapai tujuan akhir tunggalnya, yaitu stabilitas nilai rupiah. Namun, target inflasi yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai secara umum. Penargetan inflasi menggunakan suku bunga sebagai sasaran operasional kebijakan moneter. Namun, jenis suku bunga apa yang cocok digunakan sebagai sasaran operasional (suku bunga SBI atau PUAB) masih meninggalkan perdebatan. Penelitian ini menggunakan suku bunga SBI sebagai sasaran operasional untuk menganalisis dampak kejutan kebijakan moneter terhadap beberapa variabel makrekonomi Indonesia. Penelitian ini menggunakan Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) yang merupakan dua instrumen analisis dalam metode Differensi Vector Autoregression (DVAR). Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa kejutan kebijakan moneter memiliki dampak langsung terhadap suku bunga deposito, namun di sisi lain kejutan kebijakan moneter memiliki dampak secara tidak langsung terhadap nilai tukar, jumlah uang beredar, Produk Domestik Bruto (PDB) dan Indeks Harga Konsumen (IHK). Kata kunci: Mekanisme Suku Bunga SBI, DVAR, IRF, FEVD.<br />
Deskripsi Alternatif :</p>
<p>Bank Indonesia has applied the Inflation Targeting Framework (ITF) to reach its single final objective which is stability of rupiah. Meanwhile, BI&#8217;s inflation targeting can not be reached generally. ITF uses interest rate as its operational target in monetary policy. But, the kinds of interest rate that used by ITF (SBI or PUAB rate) are still debatable. This research applies SBI rate as the operational target to analyze the effect of a monetary policy shock on some macro economy variables in Indonesia. This research uses Impulse Response Function (IRF) and Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) which are the two instruments analysis in Difference of Vector Auto-regression (DVAR). From this analysis, it can be concluded that shock of monetary policy has direct effect to the deposit rate, but in other side it has indirect effect to exchange rate, money supply, Gross Domestic Product (GDP) and Consumer Price Index (CPI). Keywords: SBI Interest Rate Mechanism, DVAR, IRF, FEVD.<br />
Copyrights : Copyright (c) 2006-2008 by the Faculty of Economics &amp; Business. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.<br />
Beri Komentar ?#(0) | Bookmark<br />
Properti	Nilai Properti<br />
ID Publisher	PFEUGM<br />
Organisasi	S1 Economics<br />
Nama Kontak	Arif Surachman<br />
Alamat	FEB UGM, Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur<br />
Kota	Yogyakarta<br />
Daerah	DIY<br />
Negara	Indonesia<br />
Telepon	+62 (274) 548510-5 ext 220<br />
Fax	+62 (274) 563212<br />
E-mail Administrator	arif@gadjahmada.edu<br />
E-mail CKO	perpustakaan@fe.ugm.ac.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=83&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2009/09/19/mekanisme-suku-bunga-sbi-sebagai-sasaran-operasional-kebijakan-moneter-dan-variabel-makroekonomi-indonesia-1990-1-2007-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>alhamdulillah ti unsil dapet nee buktinya</title>
		<link>http://ahzani.wordpress.com/2009/05/26/alhamdulillah-ti-unsil-dapet-nee-buktinya/</link>
		<comments>http://ahzani.wordpress.com/2009/05/26/alhamdulillah-ti-unsil-dapet-nee-buktinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 00:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahzani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahzani.wordpress.com/2009/05/26/alhamdulillah-ti-unsil-dapet-nee-buktinya/</guid>
		<description><![CDATA[12 PTS Terima Program Mahasiswa Wirausaha Rabu, 27 Mei 2009 , 04:37:00 BANDUNG, (PRLM).- Dua puluh kelompok mahasiswa dari 12 perguruan tinggi swasta (PTS) Jawa Barat-Banten terpilih sebagai penerima program mahasiswa wirausaha (PMW) yang diselenggarakan Kopertis Wilayah IV. Sesudah dilangsungkan berbagai pelatihan, akan dikucurkan dana Rp 40 juta bagi masing-masing kelompok yang beranggotakan lima orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=82&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>12 PTS Terima Program Mahasiswa Wirausaha<br />
Rabu, 27 Mei 2009 , 04:37:00<br />
BANDUNG, (PRLM).- Dua puluh kelompok mahasiswa dari 12 perguruan tinggi swasta (PTS) Jawa Barat-Banten terpilih sebagai penerima program mahasiswa wirausaha (PMW) yang diselenggarakan Kopertis Wilayah IV. Sesudah dilangsungkan berbagai pelatihan, akan dikucurkan dana Rp 40 juta bagi masing-masing kelompok yang beranggotakan lima orang tersebut sebagai modal awal usaha mulai awal Juni nanti.</p>
<p>Koordinator Kopertis Wilayah IV Abdul Hakim Halim mengharapkan, PMW mampu memunculkan keberlangsungan usaha. ”Keberlangsungan usaha itulah yang menjadi tolok ukur keberhasilan program,” ujarnya.</p>
<p>PMW merupakan program baru yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sejak tahun ini. Selain untuk PTS-PTS yang terwadahi di masing-masing Kopertis, program juga menyasar seluruh PTN. Jika di tiap Kopertis dana Rp 1 miliar diperebutkan oleh banyak PTS, sementara besaran dana yang sama atau lebih, dialokasikan bagi tiap-tiap PTN. Hakim menilai, dana yang lebih besar diperlukan Kopertis untuk merangkul semakin banyak mahasiswa.</p>
<p>Dua belas PTS yang memperoleh PMW adalah Univ. Winaya Mukti Jatinangor, Univ. Swadaya Gunung Jati Cirebon, STIE 11 April Sumedang, Institut Teknologi Telkom Bandung, Univ. Komputer Indonesia Bandung, Univ. Siliwangi Tasikmalaya, Politeknik LP3I Bandung, STIE Yasa Anggana Garut, Univ. Djuanda Bogor, Univ. Pasundan Bandung, Univ. Islam Bandung, dan Univ. Muhammadiyah Sukabumi.</p>
<p>Proposal usaha yang diajukan beragam, mulai dari usaha pemanfaatan limbah plastik, kecambah kacang hijau, pembesaran ikan mas, sampai penjualan bakso jamur tiram. (A-165/A-147)*** </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahzani.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahzani.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahzani.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahzani.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahzani.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahzani.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahzani.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahzani.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahzani.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahzani.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahzani.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahzani.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahzani.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahzani.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahzani.wordpress.com&amp;blog=4751305&amp;post=82&amp;subd=ahzani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahzani.wordpress.com/2009/05/26/alhamdulillah-ti-unsil-dapet-nee-buktinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4580d32a5d2319c97e70df0fd8e5a715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahzani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
